Bukan Review dan Cerita

Sabtu, 16 November 2019

Pengalaman Kerja 2 Tahun di Ruangguru

Pernah beberapa kali ada DM di Instagram nyasar ke gue dan nanya-nanya tentang pengalaman kerja di Ruangguru. Bahkan, kalau boleh jujur, gue sempat diwawancarai oleh seorang mahasiswa dari sebuah universitas di Jawa Barat yang tanya-tanya tentang bekerja di Ruangguru. Yaaa waktu itu sih gue baru 1 tahun kerja di Ruangguru, jadi jawabannya ya alakadarnya. 

Banyak sih perubahan yang terjadi di dalam diri gue selama 2 tahun di Ruangguru. Paling terlihat jelas ialah perubahan berat badan. Sebelum masuk di Ruangguru berat badan gue ini sekitar 75kg. Nah, setelah 2 tahun kerja di Ruangguru, naik 5kg menjadi 80kg. Entah ini karena frustasi terus pelampiasannya ke makan, atau emang enak tempat kerjanya. Sila diambil kesimpulan sendiri ya kalau sudah selesai baca cerita ini.

Oke, perubahan pertama yang dirasakan ialah dari berat badan.

Perubahan yang kedua ialah bergantinya divisi tempat gue sekarang ini. Di artikel sebelumnya yang pernah gue ceritain juga di blog ini, nah disaat itu gue gabung di tim Educontent Development. Jadi semacam tim yang ngembangin konten pendidikan gitu. Bareng dengan Master Teacher Ruangguru yang kerennya itu ngga ada obatnya. Itu juga pas gue awal-awal di Ruangguru, jabatan gue masih Video Scriptwriter. Itu lho...dulu sih kerjanya bikin script animasi di dalam video buat dikasih ke tim desain grafis dan animator gitu.

Gue itu join September 2017 buat jadi Scriptwriter, nah selang 2 bulan, jobdesc gue berubah menjadi orang yang ngurusin blog. Waktu itu kerjasama bareng tim dari content marketing (sekarang gue masuk di tim content marketing). Nulis dan publish artikel-artikel konsep pelajaran yang bakalan naik di blog Ruangguru. Dari bulan November 2017 sampai akhir 2018, gue masih ngurusin blog Ruangguru dan di tim Educontent Development, sebelum akhirnya Januari 2019 ini bergabung di tim content marketing.

Gue bersyukur dapat kerja yang jobdesc-nya itu sesuai passion, menulis dan bikin cerita. Bedanya, cerita-cerita yang ada di blog Ruangguru itu ilmiah alias ada hasil risetnya. Yaaa meski pun ngga suka riset yang terlalu dalam, tapi paling ngga kemampuan gue untuk membuat konten artikel itu meningkat. Yang tadinya cuma asal comot dan parafrase aja, gue sekarang bisa copy paste langsung. 

Eh bukan.

Maksudnya itu ada riset dulu nih sebelum di parafrase. Betul ngga sih kayak gini, betul ngga sih kalo si anu lagi nganuin si anu.

Oke, perubahan kedua yang dirasakan ialah pindah divisi.

Jangan kaget ya, kalau di Ruangguru itu sudah biasa ada yang pindah divisi gitu. Buat lo yang nyari tempat kerja di zona yang nyaman, sepertinya bukan Ruangguru tempatnya. Kenapa? Nah, akan di jawab di perubahan yang ketiga.

Perubahan ketiga ini dirasakan setelah bergabung dengan tim konten marketing.

Jadi begini.....

Nungguin ya?
Sabar...gue lagi coba menyusun kata-kata biar mudah dicerna seperti biskuit regal yang dicelupin ke susu atau energen.

Dulu, pas masih di tim educontent itu jarang banget buat bantu-bantu event Ruangguru. Nah, setelah masuk ke divisi content marketing, hampir setiap event itu kita bareng-bareng terjun langsung bantu di lapangan. Semisal ada acara syuting ini, atau ada acara press conference gitu, nah disaat itu kita tanggalkan pakaian kebesaran yang bernama “job description” kita untuk bantu-bantu yang sedang urgent.

Di tim marketing dilatih untuk bisa kreatif dan siap bantu-bantu event yang diadain Ruangguru. Jadi, buat lo yang pas di kampus udah biasa handle event gitu, cocok banget buat join di marketing Ruangguru. Dengan ikut handle event gitu secara ngga langsung relasi lo nambah lho guys. Kenal sama satpam, kenal sama tukang parkir, kenal sama pemilik hotel, kenal sama abang-abang Go-Car, dan masih banyak lagi. Kalo gue sendiri sih alhamdulillah-nya dapat pengetahuan baru tentang SEO, terlepas pernah bantu-bantu beberapa event juga ya.

Ngga tau kenapa gue haus banget ilmu tentang SEO. Mungkin karena senang nulis.

“Ah ga juga. Gue seneng nulis tapi ngga haus SEO. Emangnya SEO bisa diminum?”

SEO itu bagi gue sebuah senjata yang mematikan dalam sebuah teknik marketing. Wabil khusus dengan mesin pencari ya. Zaman sekarang kalau udah ada koneksi internet, pasti akrabnya sama Mbah Gugel kan? Nah, disitulah SEO berperan. Lo harus bisa melakukan riset keyword dulu supaya artikel lo ada di halaman pertama Google. 

Sampai sekarang sih gue yang fakir ilmu tentang SEO ini masih berharap bisa belajar lebih dalam lagi. Aku mah apa atuh dibanding kalian yang pasti udah lebih jago. Buat kalian yang punya tips-tips tentang SEO, jangan pelit ilmu ke gue ya. Masih butuh bimbingan banyak banget. 

Jadi, perubahan ketiga yang dirasakan ialah perubahan pola kerja. Dulunya hanya fokus pada 1 jobdesc, sekarang harus bisa multitalenta. Tergantung lo mau ngambil dari sudut pandang mana apakah multitalenta itu dianggap negatif apa positif. Yang jelas, Ruangguru ngga ngebatasin buat gue nyari ilmu tentang dunia per-marketing-an.

Semoga tulisan ini menginspirasi manteman yang ingin berkarir di Ruangguru.

Share:

2 komentar:

  1. menarik juga ya pengalaman kerja di ruangguru, banyak bgt ilmu yg diperoleh pasti

    BalasHapus

Tulisan Terbaru

Pengalaman Kerja 2 Tahun di Ruangguru

Pernah beberapa kali ada DM di Instagram nyasar ke gue dan nanya-nanya tentang pengalaman kerja di Ruangguru. Bahkan, kalau boleh jujur, gu...

Follow by Email

Paling Tren