Pembahasan mengenai contoh portofolio lamaran kerja merupakan hal yang sangat lumrah dalam dunia kerja. Khususnya bagi para fresh graduate yang sedang merencanakan rencana kerja setelah lulus dari lembaga pendidikan.
Menghadapi kompetisi dunia kerja yang semakin ketat, tentu sangatlah tidak cukup bila hanya melampirkan surat lamaran pekerjaan. Bahkan, bila juga melampirkan CV, sepertinya masih belum cukup untuk menjamin lamaran kerja anda akan diterima.
Anda perlu dokumen lain yang bisa menegaskan kompetensi anda, sekaligus meyakinkan perusahaan agar mengakui kompetensi anda. Dokumen yang dimaksud tersebut adalah portofolio, yang mana anda pasti tidak asing dengan istilah portofolio.
Portofolio itu Apa?
Sebelum melihat dan mempelajari seperti apa contoh portofolio lamaran kerja, ada baiknya bila anda memahami apa itu portofolio. Apakah portofolio sama dengan CV? Dapatkah anda menemukan letak perbedaannya?
Portofolio adalah suatu dokumen yang pada umumnya sering dilampirkan oleh pelamar kerja pada pihak perusahaan. Portofolio secara isi mencakup tentang skill yang anda kuasai, prestasi yang sudah anda raih dan juga koleksi karya yang sudah anda buat.
Maka, dapat anda tarik suatu perbedaan antara CV dan juga portofolio, yakni portofolio memuat banyak informasi seputar skill, karya dan juga prestasi. Sedangkan CV lebih merinci tentang riwayat karir dan pengalaman seseorang sepanjang hidupnya.
Fungsi Portofolio
Bila meninjau keberadaan portofolio secara fungsi, maka anda akan mendapatkan jawaban yang sudah sangat jelas. Portofolio berfungsi untuk mendokumentasikan segala kompetensi, prestasi dan juga karya yang telah dibuat seseorang.
Bahkan, dalam fungsi yang lebih luas, ternyata portofolio tidak hanya berguna untuk melamar pekerjaan. Portofolio juga dapat dilampirkan kedalam persyaratan bagi seseorang untuk bisa mendapatkan program beasiswa.
Pekerjaan yang Memerlukan Portofolio
Setelah melihat contoh dari suatu portofolio untuk melamar pekerjaan, anda pun pasti ingin mengetahui pekerjaan yang memerlukan portofolio.
1. Fotografer
Fotografer merpakan jenis pekerjaan yang sangat menonjolkan hasil karya jepretan foto dalam menjalankan pekerjannya. Bila anda bekerja sebagai seorang fotografer, maka anda layak untuk membuat suatu portofolio lamaran kerja agar bisa melebarkan karir.
2. Web Developer
Web developer merupakan profesi yang bekerja mulai dari merancan, mendesain, mengembangkan bahkan hingga memodifikasi website. Hasil kerja seorang web developer layak menjadi karya sekaligus prestasi yang dapat dimasukkan kedalam portofolio lamaran kerja.
3. Makeup Artist
Menjadi seorang makeup artist juga dapat menjadi salah satu jenis pekerjaan yang memerlukan portofolio untuk meningkatkan value personal. Sebab, keahlian dalam merias wajah dan rambut seseorang menjadi cantik termasuk kedalam karya dan prestasi yang bermula dari skill.
Selain ketiga pekerjaan tersebut, terdapat beberapa profesi lainnya yang memerlukan portofolio lamaran kerja. Seperti desainer grafis, software developer, videographer, copywriter dan juga content writer yang memerlukan portofolio lamaran kerja.
Jadi, melalui pembahasan kali ini, anda tidak sekedar hanya mempelajari contoh portofolio lamaran kerja saja. Sebab, anda juga telah mempelajari dan memahami tentang pengertian, fungsi dan juga jenis pekerjaan yang memerlukan portofolio lamaran kerja.
0 Komentar